f
g+
Bio Edukasi.com

Proses dalam Sains

Sabtu, 12 Januari 2013 komentar Komentar

Kata sains atau science berasal dari bahasa Latin yang berarti “untuk mengetahui”. Sains adalah suatu cara untuk mengetahui dan mempelajari alam untuk menjawab rasa ingin tahu yang timbul di hati kita. Kegiatan tersebut melibatkan proses berupa pengumpulan data, pembuatan hipotesis atau kesimpulan sementara, dan menguji hipotesis yang dibuat. Data yang dikumpulkan dapat terukur (kuantitatif) seperti panjang, lebar, volume, dan sebagainya, maupun tidak terukur (kualitatif) seperti warna, bau, tingkah laku, dan sebagainya.

Metode Deduktif dan Induktif

 

Hasil dari pengumpulan data dan observasi dapat langsung memberikan kesimpulan apabila menggunakan metode penalaran secara induktif. Pada metode penalaran ini, kesimpulan umum dibuat berdasarkan berbagai hasil pengamatan spesifik. Sebagai contoh, apabila dilakukan pengamatan jaringan dari berbagai makhluk hidup dan menemukan bahwa seluruh jaringan tersebut tersusun atas sel, maka dapat dibuat kesimpulan bahwa seluruh makhluk hidup disusun oleh sel. Observasi yang teliti dan kesimpulan induktif dari hasil observasi tersebut merupakan dasar untuk mempelajari alam.
Observasi akan merangsang kita untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang timbul, hal tersebut melibatkan pembuatan dan pengujian hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara dari permasalahan yang diamati, yang kemudian akan diuji kebenarannya. Pengujian tersebut dapat berupa observasi tambahan atau berupa eksperimen.
Penalaran deduktif merupakan metode penalaran yang melibatkan pembuatan dan pengujian hipotesis. Pada penalaran deduktif, kesimpulan khusus dibuat berdasarkan kesimpulan umum. Sebagai contoh, apabila diketahui bahwa semua makhluk hidup disusun oleh sel, dan manusia adalah makhluk hidup, maka dapat dibuat hipotesis bahwa manusia disusun oleh sel. Untuk menguji hipotesis tersebut, dilakukan pengamatan jaringan manusia.

hypothesis
Membuat dan Menguji Hipotesis

Hipotesis yang baik adalah hipotesis yang akan menimbulkan prediksi, sehingga dapat diuji. Mari kita ambil contoh kasus senter yang tidak menyala. Ketika kita menemukan senter tersebut, kita membuat dua hipotesis penyebabnya tidak menyala, yaitu batreinya habis atau lampunya putus. Kedua hipotesis tersebut menimbulkan prediksi bahwa apabila batrei atau lampu diganti, maka senter akan kembali menyala. Untuk menguji kedua hipotesis tersebut, yang kita lakukan adalah mengganti kedua komponen yang dijelaskan. Apabila ketika mengganti salah satu komponen, maka senter belum menyala, maka hipotesis yang dibuat salah. Begitu pula sebaliknya.
Dari penjelasan di atas, terdapat dua hal yang penting, yaitu: (1) Hipotesis harus dapat diuji, harus ada cara untuk melihat validitasnya; (2) Hipotesis harus dapat dibantah dengan pengamatan atau ekseprimen. Suatu pengujian akan mendukung hipotesis bukan karena membenarkan hipotesis tersebut, namun karena tidak membantahnya. Hipotesis yang baik adalah hipotesis yang tidak terbantah oleh pengujian-pengujian yang berbeda, sementara hipotesis alternatif terbantahkan.

Budaya Sains

Sains adalah aktivitas sosial, dilakukan oleh banyak ilmuwan dalam kelompok-kelompok penelitian. Para ilmuwan berbagi informasi mengenai sains melalui publikasi, seminar, pertemuan ilmiah, dan komunikasi pribadi. Hadirnya internet saat ini membuat penyebaran dan pertukaran informasi tersebut menjadi lebih mudah dan cepat. Para ilmuwan membangun pengetahuan dari apa yang sudah dilakukan oleh ilmuwan sebelumnya, dan juga menguji hasil penelitian ilmuwan lain dengan mengulang observasi dan eksperimen yang telah dilakukan. Proses tersebut akan menguatkan hasil yang telah diinformasikan ke publik.
Pengulangan merupakan hal yang penting dalam sains, dalam menguji hipotesis seorang ilmuwan akan melakukan eksperimen atau observasi yang berulang-ulang untuk mengurangi kesalahan yang terjadi akibat hasil pengujian yang bervariasi. Dalam proses tersebut kegagalan adalah hal yang lumrah terjadi, terutama saat hipotesis yang telah disusun terbantahkan berulang-ulang. Oleh sebab itu, dalam sains terdapat unsur tantangan, petualangan, dan keberuntungan, disamping perencanaan yang matang, penalaran, kreativitas, kerja sama, persaingan, kesabaran, dan pantang menyerah.(Bio Sains)
Bagikan Artikel :
 
Didukung Oleh : YUSOFT™ | Kota Serbalawan
Copyright © 2013. Bio Edukasi.com - All Rights Reserved
Webstite Mahasiswa Biologi Universitas Simalungun
Template Created by Mastemplate | Creating Website
DMCA.com